Alibaba Perkenalkan Qwen 3.8 Max, Model AI Terbesar yang Langsung Puncaki Peringkat di China
Kategori :
Teknologi
Tanggal :
04 August 2026
KABAR NUSANTARA – Persaingan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kembali memanas. Raksasa teknologi asal China, Alibaba, resmi memperkenalkan model AI terbaru bernama Qwen 3.8 Max, yang disebut sebagai model AI paling besar dan paling canggih yang pernah dikembangkan perusahaan tersebut.
Tak lama setelah diumumkan, Qwen 3.8 Max langsung mencatatkan prestasi dengan menempati posisi teratas dalam pemeringkatan model AI asal China di platform evaluasi Arena.AI, khususnya untuk kategori model berbasis teks.
Dibekali 2,4 Triliun Parameter
Salah satu keunggulan utama Qwen 3.8 Max terletak pada jumlah parameternya yang mencapai 2,4 triliun. Dalam dunia AI, parameter merupakan komponen yang dipelajari model selama proses pelatihan untuk mengenali pola, memahami konteks, dan menghasilkan jawaban.
Semakin besar jumlah parameter, umumnya semakin luas pula kemampuan model dalam memproses berbagai jenis informasi. Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa banyaknya parameter bukan satu-satunya faktor yang menentukan kualitas sebuah model AI.
Sebagai perbandingan, Qwen 3.5 yang diluncurkan sebelumnya hanya memiliki sekitar 397 miliar parameter, sehingga peningkatan yang dibawa Qwen 3.8 Max tergolong sangat signifikan.
Tampil Kuat di Berbagai Pengujian
Selain menjadi pemuncak kategori model teks, Qwen 3.8 Max juga menunjukkan performa tinggi dalam pengolahan gambar dan konten visual.
Pada kategori tersebut, model AI besutan Alibaba berhasil menempati posisi kedua, hanya berada di bawah salah satu varian model AI milik Anthropic.
Alibaba juga mengklaim bahwa model ini mampu menyelesaikan proyek rekayasa perangkat lunak (software engineering) yang berlangsung selama 16 hari secara mandiri, meskipun perusahaan belum mengungkap detail proyek yang dimaksud.
Mampu Memahami Dokumen Sangat Panjang
Qwen 3.8 Max dirancang sebagai model AI multimodal yang dapat memproses berbagai jenis data, mulai dari teks, gambar hingga video.
Model ini mendukung konteks hingga satu juta token, memungkinkan pengguna menganalisis dokumen yang sangat panjang, basis kode pemrograman (codebase), laporan teknis, maupun ratusan halaman dokumen dalam satu sesi pemrosesan.
Kemampuan tersebut membuatnya berpotensi digunakan untuk kebutuhan riset, pengembangan perangkat lunak, analisis data, hingga otomatisasi pekerjaan profesional.
Gunakan Arsitektur Mixture-of-Experts
Alibaba menerapkan teknologi Mixture-of-Experts (MoE) pada Qwen 3.8 Max.
Melalui pendekatan ini, sistem tidak mengaktifkan seluruh parameter sekaligus setiap kali menerima permintaan pengguna. Sebaliknya, model hanya memanfaatkan sekitar 95 miliar parameter yang dianggap paling relevan dengan tugas yang sedang dikerjakan.
Strategi tersebut dinilai mampu mengurangi kebutuhan komputasi secara signifikan, mempercepat waktu respons, sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.
Persaingan AI China Semakin Ketat
Peluncuran Qwen 3.8 Max berlangsung bersamaan dengan hadirnya model AI terbaru dari DeepSeek, yakni V4-Flash, yang mengusung pendekatan berbeda.
Jika Alibaba berfokus pada kemampuan dan performa tinggi, DeepSeek justru menonjolkan efisiensi biaya penggunaan. Model tersebut diklaim memiliki ongkos operasional jauh lebih rendah dibanding sejumlah model AI papan atas lainnya.
Berdasarkan analisis lembaga riset Artificial Analysis, biaya rata-rata penggunaan V4-Flash untuk menyelesaikan sebuah tugas hanya sekitar 3 sen dolar AS, jauh lebih murah dibandingkan sejumlah model AI premium yang tersedia saat ini.
Persaingan Global Semakin Sengit
Peluncuran Qwen 3.8 Max menjadi bukti bahwa perusahaan teknologi China semakin agresif bersaing dalam pengembangan kecerdasan buatan.
Dalam beberapa tahun terakhir, Alibaba, DeepSeek, Moonshot AI, hingga sejumlah perusahaan lain terus menghadirkan inovasi untuk menantang dominasi perusahaan AI asal Amerika Serikat seperti OpenAI, Anthropic, dan Google.
Dengan kemampuan multimodal, kapasitas pemrosesan yang besar, serta efisiensi komputasi yang ditawarkan, Qwen 3.8 Max diperkirakan akan menjadi salah satu model AI yang banyak digunakan untuk kebutuhan bisnis, penelitian, pendidikan, hingga pengembangan perangkat lunak di masa mendatang.